Politik

Jalankan Pesan dari Maulanasyaikh, Gde Syamsul Bergabung ke Partai Golkar

MATARAM – Jelang tahun politik 2024, perpolitikan di Nusa Tenggara Barat mulai menghangat.

Salah satu cucu Pahlawan Nasional asal NTB Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majdid yaitu H. Lalu Gde Syamsul Mujahidin memutuskan bergabung ke Partai Golkar.

Gde Syamsul mengaku menjalankan pesan yang diterimanya dari Niniknya (Kakek,red) Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majdid yang juga pendiri organisasi Nahdlatul Wathan yang merupakan ormas terbesar di NTB.

“Ini sesuai pesan Ninik (Kakek) yang saya terima,” kata Gde Syamsul dalam keterangan tertulisnya.

Memang sejarah mencatat pendiri NW sekaligus pahlawan nasional Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid memilih dan bergabung dengan Golongan Karya (Golkar) sebagai haluan politiknya pada 28 September 1970.

Mantan politisi Hanura ini mengaku, bergabungnya ia ke Golkar bukan hanya untuk bernostalgia tapi juga membawa misi besar untuk memenangkan Partai Golkar di 2024 nanti.

“Tahun 2024, saya telah menetapkan target dua kursi DPR RI untuk Dapil NTB  II, sementara untuk pilpres kita juga harus memenangkan pertarungan dibawah komando saudara ketua DPD Golkar NTB. H. Mohan Roliskana,” kata mantan Anggota DPR RI ini.

Target ini tentunya tidak terlalu muluk, saat mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI daerah pemilihan NTB, Lalu Gede Syamsul Mujahidin meraih 155.366 suara.

Tahun 2024 merupakan pertaruhan di mana Partai Golkar menginjak usia 60 tahun, menuju enam dekade Partai Golkar, lanjutnya.

“Kita harus torehkan sejarah, Partai Golkar akan kembali merebut kemenangan dalam Pilpres, Pileg, dan Pilkada khususnya di NTB,” mantan politisi Partai Bintang Reformasi ini.

Untuk mencapai target menang dalam pemilu 2024, Gede Syamsul telah melakukan konsolidasi dan melakukan penggalangan masyarakat.

Gede Syamsul menambahkan pada prinsipnya, seluruh fungsi partai politik sangat berarti bagi kehidupan negeri jika diimplementasikan bukan untuk kepentingan diri sendiri. Partai katanya berfungsi sebagai pabrik mencetak pemimpin bangsa.

“Lewat partai politik, calon pejabat publik digodok agar punya kemampuan hebat untuk melayani rakyat. Melalui partai politik, para kandidat penyelenggara negara ditempa agar punya kapasitas mengelola negara secara paripurna,” katanya.

Sudah saatnya seluruh partai politik memperkuat kelembagaan dan merubah diri agar mampu memainkan fungsinya secara optimal sehingga kepercayaan rakyat meningkat. Sebagai kunci dan pilar demokrasi, tegasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button