Antara HBK, Prabowo, dan Partai Gerindra

Nama Haji Bambang Kristiono (HBK) bagi kader-kader Partai Gerindra NTB, maupun masyarakat di NTB khususnya Pulau Lombok belum begitu familiar. Tak sedikit bahkan para kader meremehkan sosok HBK. Namun, dalam dua bulan terakhir popularitasnya kian tinggi. Tim Pecinta Gerindra (PG) pun mencoba menelusuri latar belakang HBK. PGN berbincang pada salah satu kader Partai Gerindra yang cukup lama memantau HBK. Nama kader tersebut tertulis KG (Kader Gerindra). Berikut percakapan PG bersama KG.

PG : Assalamualaikum, selamat pagi.

KG : Waalaikum salam, selamat pagi.

PG : Bagaimana kabar anda?

KG : Baik, Alhamdulillah. Biasa sedang memperkuat konsolidasi untuk Pilpres dan Pileg 2019.

PG : Dari informasi yang kami terima anda ini tahu betul sepak terjang Haji Bambang Kristiono atau yang dikenal HBK. Bisa ceritakan latar belakang HBK?

KG : Wah, tahu dari mana (tertawa). Gambaran umumnya Bapak HBK itu Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra. Jadi, semua orang di Partai Gerindra pasti mengenalnya. Kalau bicara latar belakang, cukup panjang.

PG : Bisa diceritakan secara singkat?

KG : HBK itu berlatar belakang militer. Dahulu di Kopassus, beberapa kali HBK mendapat penugasan khusus ke luar negeri. Kemudian sekitar 1998 orde baru tumbang. Bersamaan kemudian HBK berhenti dari militer.

PG : Kenapa bisa berhenti dari militer?

KG : Kalau anda buka internet, ketik nama Bambang Kristiono akan diketahui detail. HBK itu dahulu komandan tim mawar. Ini sekaligus meluruskan soal cerita HBK dipecat. Yang benar diberhentikan dengan hormat. Tetap menerima pensiun. Hanya saja situasi kala itu kurang memungkinkan menceritakan ini terbuka. Secara pribadi HBK sudah menjalani konsekuensinya, HBK telah dihukum. Saya pikir sudah clear.

PG : Menjadi Kopassus dan komandan tim mawar. Berarti HBK dekat sekali dengan Mantan Danjen Kopassus yang juga pendiri Partai Gerindra H Prabowo Subianto (PS 08)?

KG : Ini saya harus ceritakan panjang atau singkat saja? Kalau panjang bisa tiga hari tiga malam saya cerita (tertawa).

PG : Sebaiknya bisa detail, namun padat.

KG : Begini, sepulang dari pendidikan di luar negeri, HBK ini terlibat langsung dengan PS 08. HBK menjadi sekretaris staf pribadi PS 08. Aktivitasnya setiap hari bersama Pak Prabowo. Bahkan, setelah selesai dari tentara mereka tetap bersama. HBK bersama PS 08 membangun usaha. Sampai kemudian mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

PG : Artinya HBK bisa dikatakan salah satu pendiri Partai Gerindra ?

KG : Bukan pendiri biasa. Malah dari beberapa info petinggi Partai Gerindra, HBK ini yang menyuntik modal untuk partai. Bisa dikatakan secara pikiran dan materi diberikan partai.

PG : Kenapa nama HBK di partai kalah ketimbang Fadli Zon, Muzani, atau Pius Lustrilanang.

KG: Harus diketahui, selama ini HBK di Partai Gerindra kurang memunculkan diri. Lebih sering di balik layar. Meski urusan soal partai tetap dipantau. Barulah beberapa tahun lalu, HBK mendapat kepercayaan sebagai Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra. HBK lebih banyak bermain di balik layar. Namun soal kedekatan dengan Ketua Dewan Pembina (PS 08) jangan ditanya lagi.

PG : Dari pengamatan dam informasi yang anda dapat, sedekat apa hubungan HBK dan PS 08? 

KG : Ukurannya begini saja, Partai Gerindra itu partai komando. Saya tanya balik, adakah kader Partai Gerindra yang berani menyebut diri Samurai Prabowo seperti HBK. Kalau masuk ke Hambalang, HBK ini bisa bebas sesuka hati. Dan dari cerita banyak orang, HBK satu-satunya orang partai yang bisa dengan bebas mengetuk kamar PS 08. Dan asal anda ketahui, jabatan Ketua BPD itu bukan sembarang posisi.

PG : Maksudnya bukan sembarang posisi?

KG : Kewenangan HBK cukup luas. Mulai dari tugas pengawasan. Dalam tugas ini badan pengawas bertugas mengawasi seluruh instrumen partai dari DPP sampai tingkat anak ranting. Ada juga tugas penegakan disiplin, meliputi segala tugas yang bersifat kedisiplinan bagi seluruh instrumen partai dari tingkat pusat maupun daerah termasuk juga anggota DPR RI sampai DPRD provinsi serta kabupaten/kota. Ada pula tugas pembinaan, dalam tugas ini badan pengawas berkewajiban melakukan pembinaan bagi seluruh kader partai yang melakukan tindakan indisipliner kepartaian di semua tingkatan termasuk juga anggota DPR RI sampai anggota DPRD provinsi serta kabupaten/ kota . Dan yang sangat penting adalah hak penindakan, dalam hal ini jika seorang kader partai sudah di lakukan penegakan disiplin dan pembinaan akan tetapi tdk juga ada perbaikan maka BPD berhak melakukan tugas penindakan pemberian sanksi kepada kader tersebut  dan atau pelanggaran yang sifatnya fatal . Dan asal anda tahu, hak ini sesungguhnya hanya di miliki oleh ketua dewan pembina yaitu Bapak Haji Prabowo Subianto. Anda bisa bayangkan dengan posisi ini, melihat HBK tak ubahnya PS 08.

PG : Dengan posisi yang strategis, kenapa HBK memilih menjadi Caleg di Pulau Lombok?

KG : Tidak sulit buat HBK ini memilih posisi menjadi caleg DPR RI dimanapun. Sebenarnya kalau tidak mau repot, cukup saja pilih salah satu daerah pemilihan (dapil) di Pulau Jawa. Selesai urusan. Hanya saja, pilihan dapil ini atas perintah dari Bapak Prabowo. Begitu diperintahkan, HBK langsung jalan saja.

PG : Terima kasih atas informasinya. Semoga bisa kembali berjumpa. Wassalamualaikum.

KG : Waalaikum salam, tentu saya senang. Silahkan kapan saja dihubungi. Saya senang sekali berbicara tentang HBK. Mari doakan semoga beliau bisa menjadi wakil masyarakat Lombok di DPR RI.(tim)

Tags: Politik

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

531 shares