TGB: Jangan Hanya Hadirkan Islam yang Berbau Politik

Jakarta,GARISDEPAN-Menggunakan agama sebagai pijakan berpolitik tak salah. Menjadi salah ketika agama dijadikan tameng dalam politik atau disebut politisasi agama. Ketua Ikatan Al Azhar Indonesia (OIIA) TGB HM Zainul Majdi mengingatkan, supaya lebih berhati-hati membahas mengenai agama.

“Ada fenomena terjadi di Turki, ini ditulis oleh cendikiawan yang begitu dihormati di Turki yaitu Mustafa Akyol. Apa fenomena yang ditulis?,” tanya TGB kepada peserta Rabu Hijrah di The Radiant Center, Tangerang Selatan, Rabu (6/5).

TGB menjelaskan, dalam tulisannya diungkapkan dalam belasan tahun terakhir ada gelombang keislaman yang meningkat di Turki. Disaat bersamaan ada fenomena di kalangan anak muda, mereka mulai tak percaya dan meninggalkan islam.

“Bagaimana menafsirkannya, ada fenomena gelombang keislaman, disaat yang bersamaan anak mudanya menjadi ateis dan deist (percaya tuhan tak percaya agama),” bebernya.

Gubernur NTB 2008-2018 ini melanjutkan, dalam tahapannya anak muda di Turki mulai dari percaya tuhan dan meragukan islam, hingga akhirnya sampai kepada ateis (tidak percaya tuhan). Ada seorang profesor berkisah, mahasiswinya datang berjilbab, lalu mahasiswinya mengatakan sambil menangis.

“Saya kehilangan kepercayaan pada agama sejak setahun terakhir. Walaupun saya masih berjilbab,” ujarnya.

Penyebab hal ini terjadi, sambung TGB, ketika ditelaah oleh para ahli maupun cendikiawan didapati, akibat menghadirkan islam salah di ruang publik. Berbicara islam di Turki selalu didominasi oleh hal yang berbau politik.

“Ketika bicara islam, bicara soal kekuasaan dan politik. Hingga ketika bicara politik saling hujat dan saling umpat,” tegasnya.

Anak muda di Turki, tambah TGB, kehilangan kepercayaan kepada tokoh agama. Lama-kelamaan tak sekadar tokoh agama, pemudanya pun tak percaya agama.

“Bagaimana mungkin, agama yang membawa kebaikan kok bisa saling umpat seperti ini,” tandas Doktor Ahli Tafsir Alumni Al Azhar-Mesir ini.

TGB menyebut, kesalahan menghadirkan islam di ruang publik, membuat agama ditinggalkan pemeluknya. Untuk itu, ketika di Indonesia gelombang hijrah dan keislaman yang tinggi, pada saat itu harus berhati-hati.

“Mari kita pastikan menghadirkan Islam yang membuat anak muda nyaman. Mari hadirkan wajah Islam yang baik,” akunya.(kun)

Tags: #MillennialsVote, 2019, Islam, Lombok, News, NTB, PIlpres, TGB, TGB HM Zainul Majdi, Turki, Ulama

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 shares