Gerakkan Pengolahan Sampah dari Rumah Tangga

Mataram,GARISDEPAN-Problem sampah menjadi masalah akut yang belum kunjung beres di Kota Mataram. Penyebab utama soal sampah tak kunjung beres adalah belum terlibatnya rumah tangga secara masif.

“Kalau mengandalkan peran pemerintah saja, itu berat,” kata Pegiat Lingkungan asal Kota Mataram Syawaludin, (27/1).

Dijelaskan, pengolahan sampah itu semestinya harus melibatkan masyarakat secara aktif. Sumbangan terbesar sampah berasal dari rumah tangga. Jumlahnya hampir 70 persen.

“Kalau pemerintah tidak merangkul mereka. Pemerintah akan tetap kewalahan,” sambungnya.

Syawal yang aktif membentuk bank sampah sejak 2009 ini mengaku, sudah mempraktikkan kalau sampah itu mengasilkan uang. Caranya mulai memilah sampah organik dan anorganik. Untuk sampah anorganik, seperti plastik, bekas botol minuman, ataupun kaleng bekas itu bisa menjadi uang. Sedangkan untuk sampah organik, diolah menjadi pupuk rumah tangga.

“Tinggal rumah tangga membuatkan lubang-lubang khusus untuk menampung sampah yang bisa diolah ini,” terangnya.

Pola sampah angkut buang, kata Syawal, tak akan menyelesaikan masalah. Meski setiap tahun armada terus ditambah, problem sampah tak akan segera usai. Karena disaat yang sama, sampah setiap tahun akan terus bertambah.

“Sosialisasi pengelolaan sampah harus digencarkan sampai di tingkat lingkungan,” imbuhnya.

Syawal menyebut, akan mencoba menerapkan pola tersebut di Kota Mataram. Ia akan menggandeng anak-anak milenial untuk mengajarkan masyarakat mengelola sampah yang baik.

“Saya optimis ketika anak mudanya bergerak, maka rumah tangga akan ikut bergerak mengelola sampah,” tandasnya.(ary)

Tags: kota mataram, Politik, sampah

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

51 shares