Kolonel (Pnb) Arief Diberi Penghargaan Kepala Staf AU

Mataram,GARISDEPAN-Putra NTB yang kini menjadi Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) El Tari, Kupang, NTT Kolonel Pnb Arif Hartono mendapat penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Udara. Pekan lalu, putra asli Sumbawa ini meraih karya tulis terbaik.

“Tulisan saya berjudul strategi dalam membangun budaya safety (safety culture) bagi prajurit TNI AU di era digital,” katanya belum lama ini.

Arif menerima penghargaan tersebut dalam HUT TNI AU di Cilangkap, Jakarta. Penghargaan ini diakuinya, menjadi sesuatu yang istimewa karena melibatkan jajaran perwira di TNI AU. “Tentu buat saya ini menggembirakan,” sambungnya.

Diceritakan, keberadaan handphone era ini bisa dipakai membangun safety culture di tubuh prajurit. Dalam sejarah diketahui pelaku propaganda menggunakan sarana komunikasi seperti telepon, radio, televisi, dan internet arus pesan persuasif. Revolusi komunikasi kini semakin kekinian dan cepat.

Para pelaku propaganda yang lihai menyukai hal ini karena memudahkan penalaran rasional. Ini bisa dilihat di Libya, pihak negara sekutu dipimpin Amerika untuk mendeskriditkan Khadafi dengan memunculkan isu di handphone dan gadget. Begitu pula di negara timur tengah seperti Irak, cara serupa juga berjalan.

Fenomena saat ini, lanjutnya, dengan metode pengelolaan informasi yang baik  dapat dinyatakan bahwa organisasi mempunyai kehendak mempengaruhi  komunitasnya yang belum tentu sepenuh hati melakukannya dengan menggunakan kemampuan secara langsung (garis komando). 

Organisasi tersebut akan lebih dahulu mengusahakan agar seluruh satuan yang menjadi obyek dapat dibawa cara berpikir dan berpersepsi yang sesuai dengan kepentingan TNI-AU. 

Untuk itu yang terutama digarap adalah pikiran dan persepsi seluruh prajurit TNI-AU dengan melakukan berbagai usaha yang mempengaruhi pikiran mereka dalam menanamkam pentingnya Safety didalam terbang dan bekerja sehingga menjadi budaya, baik pada aspek Man, Machine, Mission, Management, dan Media yang merupakan unsur penting dari keselamatan terbang dan kerja.

“Pengelolaan Informasi dewasa ini sangat memegang peran penting didalam sebuah organisasi. Dengan menggunakan manajemen informasi yang tepat melalui handphone, gadget dan devices lainnya yang mudah dibawa ditangan (handy),” bebernya. 

Lebih lanjut, akses untuk memberikan informasi penting yang dibutuhkan atau harus segera dibagikan ke satuan samping atau komando atas, maka kelebihan ini akan dapat dipergunakan dalam peningkatan membangun safety culture bagi organisasi TNI-AU. Sejarah telah banyak membuktikan bahwa dengan pengelolaan informasi yang baik dan tepat.

Data dan fakta dari Kemkominfo dimana dijelaskan bahwa jumlah manusia di Indonesia yang terpapar oleh informasi dalam penggunaan internet/aplikasi melalui handphone ataupun gadget pada usia produktif setingkat prajurit hingga Perwira menengah (Pamen) adalah 19 – 34 tahun sebesar 74,23 persen dan usia 34 – 54 tahun sebesar 44,06 persen.

“Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, pengelolaan informasi untuk merubah pikiran, emosi dan prilaku sebuah organisasi dalam menanamkan Safety culture telah mengalami,” imbuhnya.

Menggunakan Aplikasi Safety yang di perankan pada handphone, gadget dan lain-lain. Cara ini mampu menjamin lebih efektif dan relevan bagi personel prajurit TNI-AU.

“Dimasa depan pola ini akan berkontribusi menjaga keselamatan terbang dan kerja dikarenakan mudah, cepat dan menyenangkan,” tukasnya.

Melihat karir Arief ini, diprediksi tak lama lagi akan menyandang bintang satu. Mengingat Arief cukup berprestasi di TNI AU. (rey)

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

119 shares