Lalu Athari dan Syawaludin, Caleg Muda Potensial yang Kreatif

Mataram,GARISDEPAN-Pileg masih tiga bulan lagi. Ribuan APK memenuhi hampir semua sudut kota bahkan ke jalan-jalan di pelosok kampung. Dari ribuan caleg yang beradu ide dan gagasan , ada dua sosok  caleg muda dari partai yang berbeda yang dapat dijadikan tauladan dan spirit yang baik.

Mereka adalah Lalu Athari Fatulah, SE , calon legislatif DPRD Propinsi nomor urut 2 dapil 4 Lombok Tengah dan Syawaludin, SE, Calon Legislatif DPRD Kota Mataram nomor urut 7 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapil kecamatan Mataram .

Syawaludin yang sehari-harinya bergelut dengan usaha pengolahan limbah sampah lewat Bank Sampah Bintang Sejahtera konsen dengan permasalahan pemulihan lingkungan hidup, khususnya proses daur ulang limbah sampah di kota Mataram.

Menurut Syawal , saat ini produksi limbah sampah warga kota Mataram per harinya mencapai 400 ton. Tapi yg bisa lakukam pengamgkutan dan dikelola TPA kebon Kongo hanya sekitar 70-80% , selebihnya masih tersisa didalam kota.

“Permasalahan pengelolaan sampah warga kota Mataram harus ditangani secara holistik , khususnya pemisahan sampah organik , anorganik maupun sampah B3 ,” ungkap Syawal.

Diakuinya tingkat kesadaran warga terhadap isu sampah makin meningkat. Ini dibuktikan dengan makin banyaknya warga yg memisahkan dalam kemasan jenis sampah yakni organik dan anorganik.

“Cuma sayangnya pada saat pengangkutan dan pembuangan sampah di TPA tidak dipisahkan dan tidak  diolah berdasarkan jenis limbah sampahnya,” sambung Syawal.

Pengolahan sampah yang ia kelola tentu memiliki keterbatasan dalam memproses dan mendaur ulang beragam jenis sampah tersebut.

“Penanganan secara holistik dan terpadu limbah sampah kota Mataram harus segera dilakukan untuk mencegah dampak kerusakan lingkungan yang membahayakan,” tambahnya.

Syawal mengusulkan agar TPA Kebon Kongo yang dikelola Pemprov NTB segera melakukan pembenahan manajemen pengolahan sampah, salah satu upaya tercepat dengan mendatangkan mesin pengolahan sampah yang modern.

Selain itu Syawal mengatakan pengambil kebijakan di Kota Mataram perlu keberpihakan anggaran yang lebih serius dan fokus  menangani masalah sampah dan pemulihan lingkungan karena penanggulangan  sampah ini tergantung pada goodwill dan kebijakan politik.

Sementara itu, Lalu Athari Fatullah, SE , caleg muda potensial dari Partai Perindo mengingatkan seiring bertambahnya jumlah penduduk di Lombok Tengah, maka luasan lahan pertanian produktif berkurang secara signifikan untuk berbagai aktifitas dan pembangunan.

Semrawutnya penataan tata ruang dan wilayah, kata Athar bisa diamati dari maraknya pembangunan di lahan produktif secara serampangan tanpa mengindahkan dampaknya.

“Di wilayah jalan by pass BIL marak pembangunan ruko dan hotel di lahan produktif tanpa mengindahkan peruntukan berdasarkan RT/RW ,” ujar Athar mencontohkan.

Selain itu Athar mengusulkan agar pemerintah daerah di NTB mengatur regulasi dan kebijakan tentang tata ruang wilayah (RT/RW) yang ada, sehingga lahan-lahan yang produktif untuk pertanian tidak dijadikan kawasan pemukiman maupun pembangunan lainnya.

Pembangunan memang penting sebagai indikator  suatu daerah berkembang, namun pertumbuhan pembangunan tidak boleh mengganggu sektor-sektor lainnya.

“Lombok Tengah, khususnya wilayah Selatan,  kebanyakkan  masyarakatnya petani, maka lahan-lahan pertaniannya selayaknya tidak boleh dikonversikan ataupun dialih-fungsikan diluar urusan agraria,” pungkas Lalu Athari yang juga Sekretaris Mi6. (cep)

Tags: #MillennialsVote, Caleg, News, NTB, Pileg 2019, PKS, Politik

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 share