Lewati Jalur Ekstrem Menuju Sapit

Lombok Timur, GARISDEPAN-Terik matahari, dinginnya angin malam, tak menyurutkan perjalanan Wing Sentot Irawan. Sepeda kesayangannya Mr Yoi sudah mengaspal di Lombok Timur. Berikut ini kisahnya di Lombok Timur.

Tanggal 12 Februari 2019 sepeda kukayuh dari Sugihan menuju Sapit, Lombok Timur. Sepanjang garis pantai ini banyak juga rumah ambruk oleh peristiwa gempa. Tapi disetiap titik kurasakan irama berbeda. Ibarat aliran musik. Ada napas dangdut, napas pop nostalgia juga rock dan balad. Banyak tenda bekas dan bekas – bekas tenda berserak. Banyak juga yang mulai membangun dan memperbaiki tempat tinggalnya sendiri dengan swadaya.


Aku dengar soal dana bantuan perbaikan rumah berupa material dan sebagainya tergantung kerusakan. Ada juga bantuan perbaikan rumah dari tipe kerusakan sedang dan kerusakan permanen besarannya bervariasi dari Rp 25 juta sampai Rp 50 juta, 25 persen sampai 50 persen mungkin akurat. Artinya, 50 persen berita terkait anggaran perbaikan rumah dalam berita media, 50 persen masih perlu dibuktikan.

Bendera Gerindra dan HBK bertajuk pemilu damai dengan sepeda Keliling Lombok tentu punya redaksi sendiri soal itu.
“Kalau dijalan Mas menemukan warga yang butuh tenda misalnya. Kontak Tim HBK biar kami suplai langsung ke lapangan!,” begitu pesannya padaku.


Diperlukan membaca tanda, semiotika dari penampakan fisik. Agar secara metafisik keinginan baik adalah baik untuk kebaikan itu sendiri. Memahami kebajikan dari kebijakan termaktub adalah pembelajaran.
“Bisa numpang duduk?,”
tanyaku pada dua orang pemuda di seputar pasar Pringgabaya siang itu.
“Batu Cangku – Sapit Suela berapa kilometer dari sini?”
“15 kilometeran lah! Tapi jalan menanjak, Mas!,” jawab mereka. Lalu aku keluarkan kotak nama HBK dan kubagikan padanya.
“Calon DPR RI , Mas?,” tanya mereka
“Iya!,” sahutku.
Ketimbang lagi kesanggupan fisikku. Seingatku jalur dari Sembalun arah ke Pringgabaya begitu tajam menurun. Bila kutempuh sebaliknya tentu akan sangat mendaki. Untuk 15 km akan makan waktu lebih dari 3-5 jam karena sepeda akan banyak dituntun.
” Coba carikan aku mobil pikup!”
ujarku lewat ponsel dengan kawanku di Batu Canguk.
“Cegat saja di seputar pasar Pringgabaya, Mas!,”
pinta sahabatku.
Tak lama pikup dari jalur Aikmel menuju Labuhan Lombok lewat dan berhenti di sekitarku.
“Bisa antar aku ke Batu Canguk?,” tanyaku.
“Maaf, Mas ada barang yang mesti saya angkut!,”
Jawabnya.
Ok. Aku perlu pertimbangkan lagi jalur ekstrim Pringgabaya menuju Sembalun itu. Sebaiknya kukayuh saja pelan-pelan. 5 km awal jalur mendaki itu tampak biasa.
“Mas, bisa minta foto!,”
Sergah beberapa pemuda bergoncengan menghentikan perjalananku.
“Ini untuk bacaan kalian !,”
ujarku sambil menyodorkan kartu nama HBK pada mereka.
“Bapak ini mewakili kalian!”
“Siap!” jawabnya.
Sampai di satu Posyandu di Desa Kerangka kayuhan kuhentikan. Kubuka WA – ponselku.
“Saya sudah dapat pikup! Tunggu aja disitu!”
Lalu kubalas dengan menceritakan posisiku saat itu.
“Ini air putih?”
ujarku pada seseorang di Brugak Posyandu yang saat itu sedang mengerjakan sesuatu.
“Iya!”
Kocor kusamber dan segar sekali rasanya. Air dari selokan di depanku bergemericik tanpa henti menambah gairahku untuk segera menyelesaikan perjalananku siang itu menuju Sapit. Setelah membagikan kartu nama HBK pada mereka, saatnya aku merebahkan badan barang sejenak dan menunggu pikap.
” Dimana posisi, Mas!”
Rupanya sopir Pikap.
“Ketangga!”
“Ok, aku balik!”
Rupanya sopir pikap itu kurang perhatian dan tidak melihat sepeda dengan bendera Gerindra dan HBK kuparkir di sisi jalan.
“Ayo, Mas!”
Tegurnya.
“Siap!”
Sepeda kunaikkan ke pic up dan meluncur menuju Sapit.
“Duduk depan, Mas!”
Pinta Sopir.
“Biar aku di belakang bersama Sepedaku! Aku harus kena angin!”
Jawabku.
‘Dalam hal kedermawanan dan menolong orang jadilah seperti sungai’ (Jallaludin Rumi).

Perjalanan Gowes HBK oleh Wing Sentot Irawan masih berlanjut. Kisah-kisah menarik masih akan menunggu di catatan berikutnya.(lia/bersambung)

Tags: Gowes HBK, HBK, Wing Sentot Irawan

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares