Pentas Wayang HBK Dibuka dengan Doa untuk Syuhada New Zealand

Lombok Tengah,GARISDEPAN-Untuk kesekian kalinya, Caleg DPR RI Dapil 2/Pulau Lombok H Bambang Kristiono (HBK) menggelar pentas wayang kulit di Desa Marong, Kecamatan Praya Timur-Lombok Tengah.

Tragedi penembakan puluhan muslim oleh teroris saat akan Salat Jumat di New Zealand ikut menggugah HBK. Di hadapan puluhan orang HBK mengajak merenung sejenak dan berdoa untuk saudara umat muslim di New Zealand mengalami tragedi kemanusiaan.

“Mereka ditembak membabi buta di masjid. Mari kita kirimkan doa untuk para syuhada,” ajak HBK, Sabtu (16/3).

Ditengah hujan rintik, warga khidmat mengikuti ajakan doa bersama yang dipimpin HBK. Seperti diketahui insiden disebut berlangsung di Masjid Al Noor, di pusat Kota Christchurch, dan Masjid Linwood, di pinggiran kota. Laporan menyebutkan korban meninggal sampai 50 orang.

Ditanya soal ajakan doa bersama ini, HBK mengungkapkan, sudah sepatutnya semua warga negara manapun di dunia ikut berduka dengan kejahatan tersebut. Apalagi khususnya bagi umat muslim dunia. Cara terbaik adalah dengan mengirim doa untuk para korban meninggal.

“Tidak cukup kita hanya marah atau memaki. Saya pribadi sedih dengan kejadian tersebut, makanya saya mengajak mendoakan,” ucapnya berkaca-kaca.

“Untuk pelaku, kita berharap diberikan hukuman setimpal,” tandasnya.

Terkait pentas wayang, HBK  ingin memberikan pesan untuk pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres). Dikatakan, pesta demokrasi tinggal satu bulan lagi. Masyarakat akan mengalami banjir tawaran sembako, atribut, sampai uang. Jika itu terjadi ditengah lingkungan, disarankan masyarakat mengambil.

“Jangan ditolak, meski tawaran diikuti ajakan memilih. Soal pilihan itu keyakinan dan hati nurani,” ucapnya.

Dalam memilih, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra mengungkapkan, saatnya masyarakat memilih untuk perubahan. Nantinya tiap pilihan bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat Pulau Lombok.

“Tentu yang harus diingat oleh masyarakat, apa yang nanti akan diberikan ketika menjadi wakil rakyat,” tegasnya.

Mengenai pesta demokrasi, lanjut HBK, sengaja diselipkan dalam cerita wayang yang dipentaskan Lalu Nasib AR. Harapannya supaya lebih dipahami oleh masyarakat, khususnya oleh warga pedesaan.

“Wayang sebagai penyampai pesan yang cukup mudah diterima,” imbuhnya.

Selain itu, dalam pentas wayang ini pesan lain yang disampaikan adalah soal kedaulatan pangan. NTB sekitar tahun 1985 dikenal sebagai lumbung pangan nasional dengan hasil padinya. Warga Desa Marong yang kebanyakan menjadi petani bisa bangkit semangatnya.

“Tentu saja bukan sekadar produksi yang banyak. Paling utama bisa memberi kesejahteraan bagi petani,” beber HBK.

Jalannya pentas wayang sendiri cukup seru. Meski rintik hujan terus turun, warga Desa Marong tetap memadati sekitar panggung. Cerita-cerita yang disajikan Lalu Nasib mengundang tawa. Hingga tengah malam, warga tak beranjak dari sekitar panggung wayang.(rey)

Tags: HBK, Lombok Tengah, Tragedi New Zealand, Wayang Lalu Nasib

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares