TGB Minta Anak Muda Bersihkan Ruang Publik

Tangsel,GARISDEPAN-Ruang publik mendekati pilpres 17 April mendatang kian penuh racun. Banyak kebohongan yang terus dihembuskan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) TGB HM Zainul Majdi dalam Tausiah Kebangsaan Hijrah untuk Indonesia Maju di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (6/2). Acara dihadiri juga Wali Kota Tengerang Selatan Hj Airin Rachmi Diany.
“Anak muda berkontribusi untuk membersihkan ruang publik dari berita tak benar,” katanya.
Acara yang digelar oleh Komunitas Rabu Hijrah, kata TGB, patut terus digelar. Kondisi yang terjadi saat ini sudah pengap. Penuh dengan toxic. 
“Racun kebohongan yang banyak diantara terkait dengan kehormatan seseorang,” sambungnya.
Dijelaskan, menjelang 17 April dan seterusnya perlu dimunculkan di ruang publik hal yang baik. Menyongsong kontestasi dengan gagasan. Kondisi saat ini, terlalu banyak berita bohong. 
“Kita satu sama lain kehilangan kepercayaan, kehilangan adab, kehilangan hal yang baik,” ujarnya.
“Jangan sampai berada dalam titik ingin baik sudah susah. Lantaran terlalu besar kerusakan yang dilakukan,” sambungnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tengerang Selatan Hj Airin Rachmi Diany  mengatakan, menyambut baik acara yang digelar. Pesta demokrasi bakal terjadi, namun tak boleh sampai membuat panas. Kemajuan teknologi saat ini dibarengi hoax luar biasa.

“Yang sahabat bukan jadi sahabat. Pilkada jangan membuat berantem. Perbedaan menjadi suatu hal yang baik,” katanya. 
Airin mengambil contoh hoax, beberapa waktu lalu Presiden Jokowi membagikan sertifikat tanah. Disebarkan kabar pembagian sertifikat sepi. Padahal yang hadir hampir 23 ribu orang. 
“Ini hoax luar biasa. Tangsel itu yang terbanyak seluruh Indonesia dengan kuota 40 ribu sertifikat, tahun depan 30 ribu sertifikat,” imbuhnya.
Diakuinya, reformasi birokrasi terjadi dengan baik. Hal tersebut juga berjalan di Kota Tangsel. Jangan sampai karena hoax dan fitnah memecah belah. 
“Itu baru satu hoax (kasus sertifikat tanah). Padahal pembangunan ada dan nyata,” akunya. 
Hal lain yang dihembuskan, dengan isu agama. Seperti perbincangannya dengan jaringan guru ngaji beberapa waktu lalu, membahas islam nusantara.
“Masak ada yang bilang kalau meninggal akan pakai baju batik, azan pakai bahasa Indonesia. Ini harus diluruskan,” ujarnya. 
“Pada generasi menyikapi teknologi dengan kebaikan. Baca dan klarifikasi dahulu, apa yang dishare harus memberi manfaat,” imbuhnya. (kun)

Tags: #MillennialsVote, 2019, Hoax, Jokowi, News, PIlpres, Prabowo, Prabowo Sandi, TGB

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

616 shares