Visi Misi Lengkap Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Kamu Wajib Tahu Sebelum Mencoblos

Kalian sudah menentukan pilihan untuk Pilpres 2019 nanti? Untuk lebih mengenal Calon Presiden nomor urut 01 Joko “Jokowi” Widodo-Ma’ruf, berikut visi-misi yang telah disampaikan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu.

Pasangan ini memiliki visi terwujudnya Indonesia maju berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Secara keseluruhan misinya terangkum dalam 9 bagian yaitu:

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia

2. Struktur Ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing

3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan

4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan

5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa

6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermatrabat dan tepercaya

7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga

8. Pengelola pemerintahan yang bersih, efektif dan tepercaya

9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka negara kesatuan.

1. Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia

Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, Jokowi-Ma’ruf membuat program dengan melebarkan lapangan pekerjaan dan kewirausahaan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

Di bidang kesehatan, sistem kesehatan akan dikembangkan dengan membangun layanan-layanan kesehatan publik, dan memerika kesehatan-kesehatan anak kecil seperti perkembangan serta pengecekan gizi secara rutin. Kemudian, layanan pendidikan akan dibuatkan sekolah-sekolah gratis.

Berikut visi misi untuk peningkatan kualitas hidup manusia:

1. Mengembangkan sistem jaminan gizi dan tumbuh kembang anak.
2. Mengembangkan reformasi sistem kesehatan.
3. Mengembangkan reformasi sistem pendidikan.
4. Revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.
5. Menumbuhkan kewirausahaan.
6. Menguatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

 

2. Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing

Misi Jokowi-Ma’ruf di bidang ekonomi tertuang dalam dua misi penting dari sembilan misi yang diajukan. Kedua misi di bidang ekonomi tersebut adalah struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Percepatan pembangunan infrastruktur dan reformasi struktural telah membuka jalan bagi terbangunnya fondasi struktur perekonomian yang lebih kuat dan berdaya saing. Dengan adanya fondasi ini, Jokowi-Ma’ruf akan berupaya membuat perekonomian menjadi lebih kokoh, produktif, mandiri dan berdaya saing.

Berikut visi misi Jokowi-Ma’ruf bidang struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing:

1. Memantapkan penyelenggaraan sistem ekonomi nasional yang berlandaskan Pancasila.
2. Meningkatkan nilai tambah dari pemanfaatan infrastruktur.
3. Melanjutkan revitalisasi industri dan infrastruktur pendukungnya untuk menyongsong revolusi industri 4.0.
4. Mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru.
5. Mempertajam reformasi struktural dan fiskal.
6. Mengembangkan reformasi ketenagakerjaan.

3. Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan

Jokowi dan Ma’ruf mengembangkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang kurang mampu dan memproduksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Membangun koperasi dengan daya saing tinggi, membuat peraturan jaminan perlindungan sosial, membangun ekonomi daerah yang sama rata dengan yang lainnya.

Berikut visi misi Jokowi-Ma’ruf bidang pembangunan yang merata dan berkeadilan:

1. Redistribusi Aset demi pembangunan berkeadilan.
2. Mengembangkan produktivitas dan daya saing UMKM Koperasi.
3. Mengembangkan ekonomi kerakyatan.
4. Mengembangkan reformasi sistem jaminan perlindungan sosial.
5. Melanjutkan pemanfaatan dana desa untuk pengurangan kemiskinan dan kesenjangan di perdesaan.
6. Mempercepat penguatan ekonomi keluarga.
7. Mengembangkan potensi ekonomi daerah untuk pemerataan pembangunan antarwilayah.

4. Mencapai Lingkungan Hidup Berkelanjutan

Untuk memenuhi segala kebutuhan makhluk hidup seperti makanan, pakaian, udara dan yang lain-lainnya untuk tetap bertahan hidup–dan terlindungi dari peraturan-peraturannya, berikut visi misi Jokowi-Ma’ruf bidang pencapaian lingkungan hidup berkelanjutan:

1. Pengembangan kebijakan tata ruang terintegrasi.
2. Mitigasi perubahan iklim.
3. Penegakan hukum dan rehabilitasi lingkungan hidup.

5. Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa

Bagi kubu Jokowi-Ma’ruf, kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya, dan karsa bangsa Indonesia, serta merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa. Serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian pembangunan nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.

Berikut visi misi Jokowi-Ma’ruf bidang kebudayaan:

1. Pembinaan ideologi Pancasila.
2. Revitalisasi revolusi mental.
3. Restorasi toleransi dan kerukunan sosial.
4. Mengembangkan pemajuan seni-budaya.
5. Meningkatkan kepeloporan pemuda dalam pemajuan kebudayaan.
6. Mengembangkan olahraga untuk menumbuhkan budaya sportivitas dan berpretasi.

6. Penegakan Sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat, dan Tepercaya

Menurut TKN, sebagai negara yang sudah merdeka, Indonesia seharusnya sudah mempunyai sistem hukum sendiri yang sesuai kepribadian bangsa Indonesia. Sistem hukum Indonesia tersebut harus dibangun berdasarkan Pancasila yang menampilkan karakteristik Indonesia di tengah-tengah sistem hukum lain di dunia.

Sistem hukum Pancasila merupakan suatu sistem hukum yang bermoral dan bermartabat. Bermoral berarti bahwa sistem hukum di Indonesia sistem hukum yang merdeka dari korupsi. Sedangkan sistem hukum yang bermartabat adalah sistem hukum yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan terutama di bidang HAM.

Berikut visi misi Jokowi-Ma’ruf bidang hukum:

1. Melanjutkan penataan regulasi.
2. Melanjutkan reformasi sistem dan proses penegakan hukum.
3. Pencegahan dan pemberantasan korupsi.
4. Penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM.
5. Mengembangkan budaya sadar hukum.

7. Perlindungan Bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman Pada Seluruh Warga

Di bidang perlindungan warga, Jokowi-Ma’ruf akan membuat peraturan-peraturan sesuai dengan hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, meningkatkan kinerja aparat keamanan yang bertugas untuk melindungi warga-warganya.

Berikut visi misi Jokowi-Ma’ruf bidang perlindungan warga: Di bidang pemerintahan, Jokowi-Ma’ruf akan membuat layanan sarana-prasarana publik lebih baik lagi. Tidak ada yang terkena masalah-masalah, kemudian laporan apapun harus diserahkan secara transparansi dan akuntabel sesuai rencana dan penganggaran.

Berikut visi misi Jokowi-Ma’ruf bidang pemerintahan:

1. Aktualisasi demokrasi Pancasila.
2. Mengembangkan aparatur sipil negara yang profesional.
3. Reformasi sistem perencanaan, penganggaran, dan akuntabilitas birokrasi.
4. Reformasi kelembagaan birokrasi yang efektif dan efisien.
5. Percepatan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
6. Reformasi pelayanan publik.

8. Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, Demokratis, dan Tepercaya

Di bidang pemerintahan, Jokowi-Ma’ruf akan membuat layanan sarana-prasarana publik lebih baik lagi. Tidak ada yang terkena masalah-masalah, kemudian laporan apapun harus diserahkan secara transparansi dan akuntabel sesuai rencana dan penganggaran.

Berikut visi misi Jokowi-Ma’ruf bidang pemerintahan:

1. Aktualisasi demokrasi Pancasila.
2. Mengembangkan aparatur sipil negara yang profesional.
3. Reformasi sistem perencanaan, penganggaran, dan akuntabilitas birokrasi.
4. Reformasi kelembagaan birokrasi yang efektif dan efisien.
5. Percepatan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
6. Reformasi pelayanan publik.

9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka negara kesatuan

Memperluas akses hubungan antara pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi, Jokowi-Ma’ruf akan meningkatkan nilai pelayanan publik agar masyarakat nyaman dalam menggunakannya dan dapat membangun ekonomi-ekonomi baru bagi masyarakatnya.

Berikut visi misi Jokowi-Ma’ruf dalam koordinasi pemerintahan pusat dan daerah:

1. Menata hubungan pusat dan daerah yang lebih sinergis.
2. Meningkatkan kapasitas daerah otonom dan daerah khusus/daerah istimewa dalam pelayanan publik dan peningkatan daya saing daerah.
3. Mengembangkan kerja sama antar-daerah otonom dalam peningkatan pelayanan publik dan membangun sentra-sentra ekonomi baru.

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

43 shares